Hal yang Membahayakan Kesehatan Miss V yang Jarang diketahui

Miss V adalah salah satu organ paling penting dan sensitif bagi wanita. Karena alasan ini, penting bagi wanita untuk menjaga kesehatan dan kebersihan Miss V. Sayangnya, ada banyak wanita yang ingin mempercantik Miss V mereka tetapi mengabaikan kesehatan. Alih-alih mendapatkan Miss V, yang lebih menarik di hadapan pasangan, ini justru membahayakan kesehatan.

Aada beberapa kesalahan yang sering dilakukan wanita terhadap Miss V tetapi mereka jarang menyadarinya. Apa kesalahan ini? Simak hal-hal berikut ini.

1. Menggunakan pewangi

Miss V, yang wangi, tentu menjadi impian setiap wanita. Namun, untuk mendapatkan wewangian ini, Miss V tidak dapat dilakukan tanpa perawatan, bahkan memberikan wewangian. Pemberian wewangian atau pewangi di area Miss V dapat menyebabkan iritasi dan masalah kesehatan.

2. Mengenakan celana jeans terlalu ketat

Kesalahan yang sering dilakukan, tetapi jarang dipahami, adalah mengenakan celana jeans ketat. Tidak hanya celana jeans, penggunaan celana dalam yang terlalu ketat juga bisa berdampak buruk bagi Miss V.

3. Rapikan Rambut Di Sekitar Nona V

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh para ahli di Amerika Serikat, tepatnya di San Francisco General Hospital yang dijalankan oleh Benjamin Breyer, mengatakan bahwa mencukur atau memperbaiki hilangnya V memiliki risiko tinggi menyebabkan masalah IMS.

Mereka yang secara teratur mencukur rambut mereka di sekitar Miss V juga rentan terhadap penyakit seperti herpes, gonore, sifilis dan HIV. Risiko ini akan lebih tinggi pada mereka yang sering berganti pasangan.

Itu adalah beberapa kesalahan yang sering dilakukan wanita terhadap Miss V tetapi jarang terjadi. Jika sudah tahu kebiasaan buruknya, ada baiknya mengetahui ciri Miss V yang sehat.

Karakteristik Miss V yang Sehat dan Tidak

Menurut Dr. Neni Anggraeni, menjelaskan bahwa ada tiga indikator kesehatan vagina yang meliputi kelembaban dan asam yang cukup (pH 3,8-4,5), tidak berbau atau sedikit bau, dan sekresi yang jelas atau sedikit putih.

Sedangkan karakteristik vagina yang tidak sehat antara lain kering atau terlalu basah. “Itu bisa mengering karena keseimbangan flora vagina terganggu,” lanjutnya.

Selain itu, cairan vagina atau sekresi berubah. Ini adalah tanda bahwa vagina terinfeksi. Warna cairan vagina juga dapat menunjukkan apa yang terinfeksi kuman. Lebih buruk lagi jika ada pendarahan di luar menstruasi.

Vagina tidak steril, tetapi dihuni oleh flora / kuman. Ada yang baik, ada yang patogen. “Kuman yang baik adalah lactobacillus, yang menghasilkan hidrogen peroksida, yang menghambat pertumbuhan bakteri patogen,” lanjutnya.

Ketika keseimbangan flora vagina terganggu, populasi bakteri berkurang dengan baik, sebaliknya, patogen berkembang dengan cepat. Masalah muncul seperti keputihan dan bau tak sedap yang berubah warna.